menemukan-Mu dalam bait-bait diriku

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Dalam Kata

 Jika pernah ada kata ja.a dan ata, maka pilihlah ata, karena ata berarti datang dari dalam, iya dalam hati. lain halnya dengan ja.a yang datang dari luar masuk ke dalam. ata adalah ekspresi kedatangan yang tumbuh dari dalam. maka sungguh, kau akan tahu apa yang sedang aku bicarakan...
Share:

Minggu, 13 Desember 2015

Bilik Kesunyian

AIM
aku mendatangi-Mu, dalam bilik sunyi. membawa kehinaan dalam ruang pengampunan. Ya Rabb, yang kuyakinkan selama ini dalam diriku adalah Rahmat-Mu lebih luas dibanding ampunan-Mu, dan ampunan-Mu tak terhingga dibanding dosa-dosaku. kini, aku datang dengan segala harap dan takut, menyeru-Mu dalam kidung sesalku,  batinku terkoyak-koyak dalam kemunafikan, hidupku semakin tiada karuan. 
Share:

untuk apa dan kepada siapa hidup ini di perjuangkan?

menyapu halaman memang mudah, sedang menjaga untuk selalu menyapunya kian susah. apapun di dunia ini yang diawali dengan kesungguhan ditengahnya ada semacam goda berupa keraguan, mantapkan langkah untuk menuju pelayaran, tujuanmu bukan sampai pada yang kau inginkan tapi sudah sampai mana engkau menemukan hakikatnya. adapun, pertanyaan yang belakangan ini kuhabiskan adalah untuk apa dan kepada siapa hidup ini di perjuangkan? 
Share:

Suara Langit

sampai kapanpun manusia tak akan bisa mendengar suara "langit" yang syahdu menghidupkan qalbu, selagi denting suara "bumi" masih bergemuruh membelenggu nurani hati.

Share:

Seimbang

adakalanya kita mesti belajar mendekap gelak tawa dan duka lara dengan kadar yang sama mesranya, sehingga tiada lagi yang namanya siklus suka duka, yang ada syukur tiada hingga.
Share:

Sabtu, 23 November 2013

Nyata

Kau bilang aku “sadar”
tetapi kau “sukar”

Kau bilang aku “tegar”
Tetapi kau “gentar”
kau bilang aku “tunggu”
Tetapi kau “nanti”
Entahlah….

Sandal-sandal bertebaran, diambil tak bersapa
Aku orang tak berpunya
Tertidur dalam alam nyata
Atas nama apalagi kau nyatakan cinta?
Nyanyi sunyi di badai luka
Hampa memakna
Terhempas udara senja

Aku si buta
Bertanya rasa
Tahu segala nyata
Hanya berpura

Diamku,
Ingin mengeja pusat segala titik
Menghimpun segala berisik
Ini berbalik
Diamlah..!
Ah, kau terlalu baik
Untuk menyatakan diri tak munafik!




Share:

Jumat, 22 November 2013

Malamku

Malam-ku 19 oktober 2013.  18.00

Kalau saja sudah datang waktunya tidak ada kawan,
aku tidak akan pernah bosan,
menikmati secarik kertas kehidupan,

Biar mereka bertandang, lalu ditendang dengan senapan keangkuhan.
biar mereka mengobral keadilan, setelah itu dipenjarakan.

Ada dusta, diantara penghormatan yang berlebihan,
aku tahu! Tatapan pembangkangannya diatas perjanjian akal dan nafsu.

Ambisi tentang ke-Aku-an yang hadir dalam persidangan.
Lihatlah! Setiap pertemuan rasionalitas selalu jadi kawan ke-aku-an,
Barangkali kalian tidak sadar?
Pejamkan mata untuk lihat betapa lucunya sebuah tontonan ke-aku-an.

Malam-ku 19 oktober 2013 18.04

Nasib sama, adalah dilahirkan dengan ketidaktahuan.
Beranjak besar lalu jadilah kelas-kelas ke-kotak-an,
Perbedaan dipertontonkan bukan lagi anugerah,
Hanyalah pagelaran topeng monyet di pinggir jalan,
Lalu apa bedanya?
kita hanya diperbudak oleh sekawanan sistem,

Dikomersilkan setelah itu di-asing-kan.
Bagaimana ingin berlari?
Jika rantai secarik ijazah jadi pedoman
Sungguh, aku memang bersembunyi dalam kemunafikan

Karena sudah tidak ada lagi kejujuran,
aku bosan!
Share:

Sajak Tak Bersajak


Akhirnya semua tiba pada waktunya-
Dimana, kita harus saling bertegur sapa.
tentang cinta yg berguguran di tepian rasa.
Akhirnya semua lupa pada waktunya-
Dimana, kita saling tidak tahu,
tentang kabar burung gereja di pagi buta.

Badai luka, adalah ruang dan waktu terbatas-
Dimana, suka dan duka pengisinya.

terpaan keterbatasan-
membuat sekian manusia berunjuk rasa
menyuarakan hak dan meninggalkan kewajiban.

Tuhan, Maha Entahlah-
sebab ketidakterbatasanya mengabsen kealpaan.
Tuhan,Maha mana kutahu?

Aku tulis sajak ini, untuk se-siapa saja
yang mau tahu dg tidak tahunya-
yang mau lalu dg masanya-
yang mau-mau saja!
Share:

Blogger templates