meski, setiap detik aku tak mampu membacamu, tapi sesalmu tak ada arti bila dibanding kesetiaan diri. aku lelah, menerpa hujan yang kian deras membanjiri pipiku. aku terserah bagaimana akan hidup pada nyata-nyata yang tak kentera. sungguh, langkah kaki-ku ingin tergopoh-gopoh menyambangimu, dan apabila senja ini tak kujumpai, maka sungguh aku ingin bernyanyi dengan bidadari malam. engkau rembulan, pantulan sang surya yang segera tanggal dalam peluk bisu. suaramu berbisik merdu mengiring sepi di lautan hampa. apa dikira, aku seperti khayal tawa di setiap cerita? hingga padanan kata menyinggahiku memutar balikan lara diantara gelapnya sapa?
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Desember 2015
Minggu, 13 Desember 2015
Bilik Kesunyian
| AIM |
aku mendatangi-Mu, dalam bilik sunyi. membawa kehinaan dalam ruang pengampunan. Ya Rabb, yang kuyakinkan selama ini dalam diriku adalah Rahmat-Mu lebih luas dibanding ampunan-Mu, dan ampunan-Mu tak terhingga dibanding dosa-dosaku. kini, aku datang dengan segala harap dan takut, menyeru-Mu dalam kidung sesalku, batinku terkoyak-koyak dalam kemunafikan, hidupku semakin tiada karuan.
Di sampingmu Adalah Kenyataan
mengapa aku demikian sibuk memperjuangkan impian yang jauh di depan, dan mengabaikan kenyataan yang dekat di depanku? hari ini adalah anugerah untukmu yang kembali pada fitrah setelah sekian lama tak mendengar suara langit, esok hari adalah keghaiban mutlak yang sepenuhnya kalian hanya memiliki prasangka saja. mengapa kita lebih mudah menyalahkan kenyataan, dan mengagumi impian? kita selalu tidak menyukai apa yang kita tak suka, padahal langit memintamu untuk waspada bahwa yang engkau tak suka, boleh jadi Dia suka. Dia menginginkanmu berbaik sangka, sedang kenyataan besarnya kalian selalu berburuk sangka. buah dari perjuangan bukan hasilnya, melainkan seberapa tangguh kita menghadapi dan melewatinya. buah dari kebaikan bukanlah balasannya, melainkan seberapa yakin kita memberi manfaat pada lainnya. buah dari cinta bukanlah dicintai, melainkan seberapa hebat kita mencintai dan menjaga i'tikad baik terhadapnya. mengertilah,












